Ngebolang ke Surabaya

Yeah akhirnya bisa kembali mengisi blog ini yg mati suri beberapa bulan kemarin. Bukan karena sibuk, bukan juga ngga ada yg mau dibahas, tapi kenapa ya nggak ngupdate? Haha yaudahlah. Yang penting sekarang saya akan kembali meng-update-nya dengan cerita pengalaman ngebolang sendirian di Surabaya.

Pernah ngetawain temen yg liburan sendirian ke Belitong, pernah jg mempertanyakan kenapa ada temen yang mau Backpack sendirian keliling Jawa-Nusa Tenggara. Oh my God, nggak pernah banget kebayang pergi sendiri naik pesawat ke kota yang belum pernah dikunjungin. Seharusnya saya berangkat ke Surabaya berempat untuk menghadiri acara pernikahan teman, tetapi H-1 mereka membatalkan karena ada urusan mendadak. Sayapun jadi terpaksa "ngebolang" sendirian.

Awalnya berniat untuk meng-explore angkutan umum disini, ternyata kata beberapa teman sangat sulit mengakses angkutan umum disini karena sangat jarang. Alternatifnya nebeng atau naik taksi kemana-mana. Nah, Alhamdulilah kebetulan teman-teman saya yang berkuliah di ITS ada beberapa yang masih di Surabaya.

Setibanya di bandara saya dijemput oleh teman, perjalanan cukup jauh dari bandara ke daerah Tenggilis, cuaca juga cukup panas saat itu. Saya menginap di penginapan BKKKS sudah di pesankan oleh teman sebelumnya. Tempat penginapannya cukup bersih dan nyaman walau kamar mandi diluar dan tidak ada TV dikamar, wajar sih harganya 150ribu/malamnya. Dipesankan disini karena acara pernikahannya juga digedung ini. Sesampai mengantarkan dari bandara teman saya langsung pamitan pergi karena akan ada tes lamaran kerja.

Tempat yang saya kunjungi pertama sebagai "si bolang" adalah House of Sampoerna, yaitu museum dan pabrik perdana dari rokok Sampoerna. Jarak dari penginapan ke lokasi ini sekitar 25km, dari selatan ke utara, lumayan naik taksi juga mahal sampai 55ribuan.Sesampainya di Jl. Sampurna saya memutuskan untuk makan siang dulu, berhubung perut sudah tidak dapat berkompromi. Celingukan kanan-kiri mencari makanan khas Surabaya, ketemulah tenda Lontong Balap. Perdana mencoba makanan ini, rasanya agak hambar dan ternyata bahan utamanya tauge, makanya dinamakan Lontong Balap, karena komposisi lontong dan taugenya balapan katanya.

Lontong Balap
Disini ada beragam benda-benda sejarah dari pembuatan rokok kretek Sampoerna dari tahun 1930-an. Museum ini buka setiap hari dari Pkl. 09.00-22.00. Ini beberapa foto yang saya ambil di museum Sampoerna dan perjalanan singkat dengan trem menggunakan tablet.
Ilustrasi Lokasi Pertama Penjualan Rokok Sampoerna

Pabrik pelintingan rokok Sampoerna dari dulu yang masih aktif
(sebenarnya pengambilan view ini dilarang loh :P)


Kemasan khusus istana kepresidenan pada masanya
Wallpaper Toilet Dibuat dari Bungkus Rokok
Yang juga menarik disini ada trem, yaitu bus mini khusus pariwisata yang membawa kita keliling kota Surabaya mengunjungi wisata sejarah lainnya, dan yang penting free of charge. Cocok sekali untuk solo backpacker seperti saya hehe. Ohya awalnya trem ini sudah fullbooked tapi saya berhasil me-lobby penjaganya dengan seribu alasan, mulai dari "Saya sendirian mbak, dari Jakarta, badannya kecil kok bisa diselipin, yang WL lain pada rombongan dan pasangan kan?", hingga akhirnya dibolehkan dan langsung diberi tiket "Ah si adek bisa aja nih nawarnya." Hahahah yes!
Surabaya Heritage Track

Surabaya Heritage Track, perjalanan wisata sejarah Kota Surabaya menggunakan trem ini tersedia setiap hari untuk para pengunjungnya, dan tidak dipungut biaya (Gratis).  Tetapi untuk teman-teman yang berencana datang di hari libur sebaiknya reservasi dulu via telepon dari beberapa hari sebelumnya, karena sering full-booked. Lokasi yang dikunjungi dan jadwal keberangkatan bisa dilihat disini 

Overall museum ini cukup menarik untuk dikunjungi, tujuannya untuk mengabadikan  sejarah perkembangan PT. HM Sampoerna menjadi merk internasional yang mendunia. Keberadaan museum ini juga seharusnya menginfokan pada pengunjung sekaligus menyemangati bahwa "Bisa loh inovasi kecil dari Bangsa Indonesia kemudian berkembang menjadi merk Internasional yang ngetop di dunia". Untuk perjalanan dengan Surabaya Heritage Track-nya juga cukup oke, namun menurut saya perlu ada perbaikan sedikit untuk pemandunya agar lebih informatif sehingga dapat memberi pengetahuan lebih pada pengunjung, bukan hanya jalan-jalan. Oke deh,sekian dulu sharing saya perjalanan ke Surabaya. 
Selamat nge-bolang, Semoga menyenangkan perjalanannya...

Komentar

Postingan Populer