19 Desember 2015

Be a Tough Job-Seeker! (part 2)

Lanjutan posting sebelumnya:Be a Tough Job Seeker! (Part 1)

Sebulan sekali psikotes sampai hampir hafal jawabannya, setelah 2x Kraeplin dan 3x Paulli kecepatan menghitung semakin bertambah karena sekarang bisa minta nambah kertas, gambar Wartegg, pohon dan orang juga semakin baik, haha. Beberapa kali interview juga membuat saya tidak tegang lagi dan terlatih menjawab pertanyaan cepat ala "miss universe".

Lanjut tentang rekrutmen lagi yaa, beberapa perusahaan yang saya ikuti seleksinya adalah:


5.  Dirgantara Indonesia/Indonesian Aerospace/PTDI (dulunya IPTN)
Alasan saya mendaftar di perusahaan ini? Karena keren aja bisa bikin pesawat, hehe. Meskipun belum pernah bekerja di industri manapun, tapi saya merasa industri perakitan pesawat sangat menarik, sistem bisnisnya juga pasti berbeda dengan industri lainnya seperti FMCG. Saya mendaftar melalui situs resmi Indonesian Aerospace berdasarkan info dari teman. Ketika daftar, kandidat tidak memilih posisi apa yang didaftar, karena informasi yang tersedia hanya menyatakan ”menerima lulusan S1 jurusan A, B, C, D, untuk menjadi karyawan PT DI.”

Saya mendaftar sekitar bulan September dan dipanggil pada akhir bulan Oktober, untuk tes di awal November. Tahapan [1] adalah Psikotes. Standar seperti tes lainnya (kecuali TMMIN! Yang susah itu haha), namanya IST kalau tidak salah, lengkap dengan Wartegg, gambar dan Paulli (tes koran yang cepet-cepetan dan banyak-banyakan halaman pengerjaan). Psikotes dilaksanakan di Biro Swaparinama, Bandung (persisnya  disamping apartemen dago simpang). Akhirnya saya tau juga itu gedung apa, secara sering ngelewatin tapi gapernah lihat ada kehidupan disana. Psikolog-nya bilang pengumuman akan diberikan langsung oleh PTDI maksimal 1 bulan dari waktu Psikotest.

Sekitar 3 minggu dari psikotest, saya dikabari untuk tes [2] dan [3], yaitu Interview dan Medical Check Up. Jadwal Interview hari Senin, dan MCU hari Jumat-nya. Berhubung saya malas bolak-balik, saya request saja harinya bersamaan dengan alasan saya tidak tinggal di Bandung, hehe. MCU yang dilakukan cukup lengkap, tes urin, darah, fisik, gigi, dan rontgen. Ohya, sebelum MCU kita diminta berpuasa mulai Pkl 22 pada malam sebelumnya. Tes dilakukan di klinik PTDI. Setelah MCU saya menuju ruang Interview. Ternyata pada hari itu, seluruh kandidat yang lolos Psikotes (160 orang) di Interview dihari yang bersamaan (Waah, keren banget stamina yang interview! Ngewawancara banyak banget orang dalam 1 hari, palingan 1 orang Cuma 15 menit).

Ternyata saya salah, interviewer-nya memang banyak dan para kandidat dibagi ke 2 aula besar sesuai dengan arahan divisi masing-masing. Setelah menunggu dari pkl 9.30 setelah selesai MCU, saya baru dipanggil sekitar pkl 13, tim rekrutmen PTDI mengatakan saya akan diwawancara oleh DT (saya berasumsi itu kepanjangan dari direktur teknik, hehe antah apa). Pkl 13 saya dipanggil untuk di interview oleh HRD, kalimat pertama yang ditanyakan adalah ”Ini benar kamu minta salary sekian? Jujur kami tidak bisa menyanggupi, kami hanya mampu membayar sekian. Apa kamu ingin melanjutkan proses ini?” Jengjeeng.. agak shock sih tapi harus tetap cool dan menjawab secara profesional. Akhirnya, wawancara pun berlanjut. Bapak HRD menanyakan, ”Kamu daftarnya di Bidang apa sih? Kamu minatnya dimana? Sepertinya kamu cocok di bla bla bla” Saya menjawab,”Saya tidak daftar di bidang mana-mana Pak, karena memang tidak ada pilihannya, kalau mengenai minat saya tertarik di blablabla.” Singkat cerita, Bapak HRD merekomendasikan saya di bagian Corporate Planning dibandingkan DT, setelah sedikit menyinggung tentang Teknik Industri ITB, hingga saya tau kalau kami 1 almamater.

Setelah diskusi selama +/- 15 menit oleh HRD, saya diminta ke bagian Interview CP (Corporate Planning), disana saya di interview oleh 2 orang Bapak-bapak, yang salah satunya juga Almamater saya di T. Industri ITB. Kalimat pertama yang ditanyakan “Kamu S2? Waaah kita dapat calon ketua divisi!” (saya: bingung sambil cengir-cengir) Salah satu dari ke-2 Bapak ini antusias sekali menanyakan banyak hal kepada saya, mulai dari pengetahuan tentang corporate planning, risk management, pendidikan saya, dll. Hingga akhirnya ‘memaksa’ saya untuk menjawab dengan cepat “Jadi kamu minat dimana, Risk management, bidang evaluasi korporat, atau perencanaan strategis?” Secara saya belum terlalu paham mengenai kedua jobdesk bidang itu, jadi saya jawab terbata-bata, tapi Bapak tsb terus menanyakan kepastian minat saya. Hmm.. sekitar hampir 1 jam saya di buat tegang oleh kedua Bapak tersebut.

Saya pikir interview saya hari ini sudah selesai. Ternyata ketika lapor ke front desk, ”Kamu tunggu dipanggil bagian DT ya!”. Waktu menunjukkan pkl 15.00 dan masih cukup banyak antrian kandidat yang belum diwawancara saat itu, mungkin sekitar 30-an orang. Sabar-sabar ya teman-teman yang nanti akan ada dimomen ini. Interviewer dari bagian DT juga ada dua orang. Jujur ini adalah pengalaman kedua saya di interview sampai panas dingin dan speechless, setelah yang pertama di interview bagian CP di beberapa menit sebelumnya. Kurang lebih ini diskusi yang terjadi:
Interviewer 1 (I1): Kenapa sih kamu mau daftar di PTDI?

5 Desember 2015

Be a Tough Job-Seeker! (part 1)

Rezeki udah diatur kok sama Allah dari sebelum kita lahir, Termasuk juga pekerjaan, Ngga berarti lulusan S2 peluang kerjanya lebih mudah, Ngga berarti juga jurusan yang katanya ngga spesifik, lapangan pekerjaannya banyak, cari kerjanya mudah, termasuk IP bagus bahkan sempurna dijamin mudah diterima diperusahaan yang kita mau.

Ridho Allah-lah yang paling menentukan, hmm mungkin juga sedikit karena factor luck yaa. Pesan mama: "Tetap bersabar dalam usaha dan terus berdoa, Kita ngga pernah tau doa mana yang akan dikabulkan oleh Allah, yang tentunya terbaik untuk kita"

Sejak sebelum saya lulus, bisa dibilang saya cukup aktif untuk coba apply kerja sana-sini. Selama masih studi di Taiwan sekitar bulan Juni 2015 lalu, saya sudah mencoba melamar berbagai pekerjaan melalui website perusahaan ybs, jejaring sosial Linked-in, Jobstreet, dll. Berbagai peluang pekerjaan yang berhubungan dengan minat saya, saya daftarkan. Minat saya adalah bekerja di bidang logistics (sesuai dengan fokus studi program master saya) dan business development (karena berhubungan dengan perencanaan bisnis yang menyeluruh termasuk marketing, sales, korporasi juga).

Alhamdulillah, lima bulan berlalu, saya masih dilatih Allah dalam kesabaran dan keikhlasan dalam proses pencarian kerja ini. Allah ingin menguji seberapa besar ikhtiar yang bisa saya usahakan untuk mendapatkan pekerjaan yang ternyata cukup sulit. Berkat hal ini, ternyata saya baru menyadari, ini memang pertama kalinya saya harus berusaha sungguh-sungguh untuk menghadapi kompetisi dalam hidup. Selama ini perjalanan pendidikan saya memang dapat dikatakan cukup lancar, bahkan sangat lancar. Masuk SMP terbaik, SMA terbaik, masuk ITB S-1 melalui USM tahap pertama, dan masuk S2 dengan berbagai beasiswa, Alhamdulillaah.

Singkatnya, di post saya kali ini, saya ingin berbagi pengalaman saya menjalankan beberapa seleksi rekrutmen di beberapa perusahaan dari sekian aplikasi yang saya ajukan (tidak terhitung jumlahnya, haha). Siapa tau berguna untuk teman-teman yang juga lagi mencari kerja. Karena udah hal yang lumrah banget, kalo mau ngejalanin seleksi kerja at least pernah browsing sekali aja tentang proses, pengalaman, dll yang berhubungan dengan seleksi di company itu.

1. Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI)

Saya mendaftar sekitar bulan Agustus (setelah sidang tesis di ITB) pada posisi Business Development Staff. Saya minat diposisi ini karena posisi ini terkait dengan perencanaan bisnis perusahaan secara menyeluruh, saya yakin saya dapat belajar banyak hal di posisi ini.
·         
         [1] Presentasi dan Interview User
Pertama kali dipanggil saya langsung Interview User dan diminta untuk mempresentasikan ide apapun dalam Bahasa Inggris. Saat itu saya mempresentasikan summary thesis saya tentang optimalisasi pemanfaatan parkir privat untuk memaksimalkan perolehan revenue. Alhamdulillah interview berjalan lancar, pertanyaan yang diajukan cukup sederhana dan saya dapat menjawab dengan yakin. Pada interview user ini, sang user tampaknya lebih ingin menjelaskan mengenai pekerjaan yang saya daftar agar saya mendapat gambaran. Posisi ini merupakan posisi baru yang dibuka IAMI dengan tujuan untuk merapikan system bisnis dan fokus pengembangan bisnis kedepannya, karena selama ini belum ada yang melakukan. Saat itu User yang menginterview juga sharing mengenai Jack Ma. Jack Ma, seorang founder bisnis online Alibaba dari China memberikan tantangan untuk kaum muda yang serius ingin bisnis di usia yang mapan. (Selanjutnya tentang sharing Jack Ma)

Setelah selesai interview user, pihak HRD  mengatakan tahap selanjutnya adalah Interview HRD dan dilakukan siang itu juga setelah makan siang

     [2] Interview Kepala HRD
Kepala HRD menanyakan kenapa saya apply di IAMI, apa minat saya, cita-cita, karakter diri, dan lain-lain. Saya cukup lancar menjawab berbagai pertanyaan meskipun ada kesalahan yang saya lakukan karena saya katakan saya sebenarnya bercita-cita sebagai pebisnis. Seharusnya saat interview, kita harus dapat meyakinkan interviewer bahwa kita akan mengabdi disana.

Setelah selesai, pihak HRD menanyakan apakah saya siap untuk melanjutkan psikotes karena untuk tahap selanjutnya Head of User Interview, namun Bapak tsb ingin melihat karakter saya terlebih dahulu sebelum mewawancarai. Tetapi berhubung sudah pkl. 2 siang dan saya merasa sudah agak lelah dan ngga memungkinkan kalau harus menyelesaikan psikotes yang kira-kira 3 jam, saya pun dijadwalkan untuk psikotes 3 hari kedepan, yaitu hari Senin pekan depan.

1 Oktober 2015

Nasihat Jack-Ma untuk Para Calon Entrepreneur

Sudah lama rasanya tidak membaca buku motivasi, tapi obrolan singkat saya saat di-interview  seorang Director di suatu multinational company di Jakarta kemarin, cukup memotivasi saya dalam masa-masa mencari pekerjaan sekarang. Kisah tentang seorang founder dan CEO perusahaan berbasis online dari China, Alibaba,com, yaitu Jack-Ma. Pada November 2014, ia dinobatkan sebagai orang terkaya No. 1 di China dan orang tekaya ke-18 di dunia.

http://www.finansialku.com/wp-content/uploads/2015/10/Nasehat-Jack-Ma-untuk-Entrepeneur-Muda-Perencana-Keuangan-Independen-Finansialku.jpg

Sebelum usia 20 tahun:
jadilah murid yang baik, mencoba bisnis dan merasakan jatuh-bangkitnya.

Sebelum usia 30 tahun:
Bekerjalah! Cari mentor yang baik untuk pengembangan diri. Jika diperusahaan kecil, belajarlah tentang cita-cita dan semangat. Jika diperusahaan besar, belajarlah tentang proses bisnisnya secara keseluruhan.

Sebelum usia 40 tahun:
Bekerjalah untuk diri sendiri, jika kamu benar-benar ingin menjadi entrepreneur.

Saat usia diatas 60 tahun:
Habiskanlah waktu untuk diri kita sendiri, dan bersenang-senanglah atas pencapaian kita selama ini.

Sharing ini berkesan banget buat saya, sebagai seorang yang bercita-cita besar untuk memiliki bisnis namun merasa belum yakin karena belum punya modal, dll. Sebagai seorang perempuan yang terbayang tidak akan kerja terus-menerus karena butuh waktu khusus untuk mengurus sendiri perkembangan anak dan mengatur keluarga. Sebagai juga yang merasa sudah mencoba nasehar Jack-Ma secara tidak disengaja, selama kuliah mencoba jatuh-bangkitnya bisnis, setelah usia 20 tahun mencoba bekerja diperusahaan kecil dan sedang berharap untuk mencoba bekerja diperusahaan besar dengan tujuan mempelajari bisnis keseluruhan.

Semoga cita-cita saya tercapai! Aamin ya Rabbal alamiin :)

Lebih lengkap tentang 17 nasehat Jack Ma yang lain yang sangat berguna
http://www.idntimes.com/novi/17-nasehat-bijak-dari-jack-ma-untuk-kamu-yang-sedang-menuju-kesuksesan

http://www.fahdpahdepie.com/post/123228779037/jack-ma-51-tahun-adalah-seorang-pengusaha-sukses

11 September 2014

Double Degree Master Program: ITB-NTUST (Taiwan) - part 1

Selama sekolah belum pernah berprestasi ikut lomba/ kompetisi apapun keluar sekolah, yang internal saja jarang diikuti. Selama kuliah S1 keinginan besar untuk pergi keluar negeri mencari pengalaman dengan ikut acara kemahasiswaan, pertukaran pelajar, conference, atau apapun juga belum tercapai. Tiba saatnya melanjutkan S2, cita-cita besar ini belum hilang. Saya sangat ingin pergi keluar negeri selama saya berstatus mahasiswa, apapun itu bentuknya, saat itu kuliah double degree adalah wacana paling menarik yang saya ingin kejar. Kebetulan jurusan tempat saya belajar saat ini, Teknik Industri ITB menyelenggarakan kerjasama dengan tiga negara yaitu Perancis, Jepang, dan Taiwan. Saya sangat ingin sekali ke Perancis, tentunya demi melihat menara Eiffel, hehe. Sehingga belakangan juga saya sempat mengumpulkan beberapa pernak-pernik yang berhubungan dengan Paris dan Eiffel Tower, juga sempat belajar Bahasa Perancis selama hampir dua bulan.

Disebabkan satu dan lain hal saya mengurungkan niat untuk melanjutkan studi ke Perancis. Menurut info yang saya peroleh, kuliah dengan jurusan Teknik Industri di Perancis butuh basic matematika yang kuat, dan minat di bidang operations research yang tinggi, kuliahnyapun dirasa cukup sulit bagi yang kuliah S1-nya bukan jurusan Teknik Industri. Oke, saya rasa itu kendala yang cukup besar bagi saya jika saya menginginkan lulus tepat waktu. Bergeser haluan sedikit, Bagaimana dengan Jepang? Ternyata untuk mahasiswa double degree diwajibkan membuat dua tesis, berat tentunya. Disaat sedang mencari berbagai informasi mengenai conference yang dapat saya ikuti, ada pengumuman dari pihak TU bahwa ada walk in interview dari universitas Taiwan untuk program double degree. Berbeda dengan dua negara lainnya, tidak ada syarat yang menjadi kendala untuk tidak mendaftarkan diri pada kesempatan ini. Apabila lulus dari program ini selain mendapat degree dari dua universitas sekaligus kami jg mendapat dua gelar berbeda, yaitu MT (Magister Teknik) dan MBA (Master of Business and Administration), menarik bukan?

Maret 2014, kalau saya tidak salah ingat, beberapa profesor dari NTUST (National Taiwan University of Science and Technology) datang berkunjung ke program studi kami untuk menerangkan program double degree yang mereka miliki sekaligus keesokan harinya mewawancarai beberapa orang yang lolos verifikasi awal. Pengumuman langsung sekitar 30 menit setelah wawancara selesai, alhamdulilah verifikasi kedua lolos. Kamipun diminta untuk meng-apply online untuk mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa double degree di NTUST dan mendaftarkan beasiswa dengan sebelumnya diwajibkan melengkapi sejumlah berkas melalui upload online dan kirim dokumen fisik.

Setelah dua bulan harap-harap cemas, bulan Juni kami mendapatkan notifikasi email sebagai pemberitahuan bahwa sebagian dari kami diterima program beasiswa double-degree NTUST, namun dengan perolehan nominal support yang berbeda. Terdapat 3 kategori perolehan beasiswa, yaitu full scholarship (tuition waiver + monthly stipend 10000NTD), partial scholarship (tuition waiver + monthly stipend 8000NTD), dan tuition waiver only. Kebetulan saya mendapatkan tuition waiver saja, namun diberi tawaran untuk menjadi research assistant dan mendapatkan monthly stipend sebesar 6000NTD dari lab dan 2000NTD dari departemen, jumlahnya sama dengan partial scholarship.

Sejujurnya banyak hal yang saya pertimbangkan untuk melanjutkan mengambil kesempatan ini atau meninggalkannya lalu mencoba keberuntungan lain. Mulai dari mampukah saya berkuliah diluar negeri? Hidup setahun di negeri orang tanpa keluarga, kultur yang baru, keilmuan baru yang belum memiliki basic yang kuat, sesuaikah dana bulanan yang diperoleh dan pengeluarannya,izin orangtua, dll. Ya, meninggalkan zona nyaman tentu menjadi hal yang berat untuk setiap orang, apalagi saya yang sudah 6 tahun tinggal di Bandung dengan segala kemudahan, walaupun jauh dengan orangtua masih bisa mengunjungi setiap bulannya. Shalat istikharah beberapa kali untuk ditunjukkan yang terbaik bagi keluarga, saya pribadi, dan orang-orang disekitar.

Waktunya tiba, 6 September 2014, tiket untuk CGK-TPE menggunakan Philipine Airlines Pkl. 12. 50pm sudah ditangan. Keluarga dan sahabat mengantar saya sampai bandara. Senang, semangat, ragu, dan sedih bercampur saat itu. Bismillaaah, Semoga lancar kehidupan baru di negeri China (Taiwan). Cepat lulus dan segera kembali ke Indonesia. Aamin.

Ini adalah hari ke-4 saya menikmati kota Taipei dan belum sebagai mahasiswa. Banyak hal yang bisa dieksplor disini, Seru! Pertama kali keluar negeri dan langsung tinggal untuk waktu yg cukup lama. Next posting akan saya ceritakan serunya bermain sambil belajar (Eh! belajar sambil bermain) di Taiwan :)

23 Mei 2013

Tell Everybody I'm On My Way and I'm Loving Every Step I Take


by Phill Collins

Tell everybody I'm on my way
New friend and new places to see
With blue skies ahead yes
I'm on my way
And there's nowhere else
that I'd rather be
Tell everybody I'm on my way

And I'm loving every step I take 

4 Mei 2013

Ngebolang ke Surabaya

Yeah akhirnya bisa kembali mengisi blog ini yg mati suri beberapa bulan kemarin. Bukan karena sibuk, bukan juga ngga ada yg mau dibahas, tapi kenapa ya nggak ngupdate? Haha yaudahlah. Yang penting sekarang saya akan kembali meng-update-nya dengan cerita pengalaman ngebolang sendirian di Surabaya.

Pernah ngetawain temen yg liburan sendirian ke Belitong, pernah jg mempertanyakan kenapa ada temen yang mau Backpack sendirian keliling Jawa-Nusa Tenggara. Oh my God, nggak pernah banget kebayang pergi sendiri naik pesawat ke kota yang belum pernah dikunjungin. Seharusnya saya berangkat ke Surabaya berempat untuk menghadiri acara pernikahan teman, tetapi H-1 mereka membatalkan karena ada urusan mendadak. Sayapun jadi terpaksa "ngebolang" sendirian.

Awalnya berniat untuk meng-explore angkutan umum disini, ternyata kata beberapa teman sangat sulit mengakses angkutan umum disini karena sangat jarang. Alternatifnya nebeng atau naik taksi kemana-mana. Nah, Alhamdulilah kebetulan teman-teman saya yang berkuliah di ITS ada beberapa yang masih di Surabaya.

Setibanya di bandara saya dijemput oleh teman, perjalanan cukup jauh dari bandara ke daerah Tenggilis, cuaca juga cukup panas saat itu. Saya menginap di penginapan BKKKS sudah di pesankan oleh teman sebelumnya. Tempat penginapannya cukup bersih dan nyaman walau kamar mandi diluar dan tidak ada TV dikamar, wajar sih harganya 150ribu/malamnya. Dipesankan disini karena acara pernikahannya juga digedung ini. Sesampai mengantarkan dari bandara teman saya langsung pamitan pergi karena akan ada tes lamaran kerja.

Tempat yang saya kunjungi pertama sebagai "si bolang" adalah House of Sampoerna, yaitu museum dan pabrik perdana dari rokok Sampoerna. Jarak dari penginapan ke lokasi ini sekitar 25km, dari selatan ke utara, lumayan naik taksi juga mahal sampai 55ribuan.Sesampainya di Jl. Sampurna saya memutuskan untuk makan siang dulu, berhubung perut sudah tidak dapat berkompromi. Celingukan kanan-kiri mencari makanan khas Surabaya, ketemulah tenda Lontong Balap. Perdana mencoba makanan ini, rasanya agak hambar dan ternyata bahan utamanya tauge, makanya dinamakan Lontong Balap, karena komposisi lontong dan taugenya balapan katanya.

Lontong Balap
Disini ada beragam benda-benda sejarah dari pembuatan rokok kretek Sampoerna dari tahun 1930-an. Museum ini buka setiap hari dari Pkl. 09.00-22.00. Ini beberapa foto yang saya ambil di museum Sampoerna dan perjalanan singkat dengan trem menggunakan tablet.
Ilustrasi Lokasi Pertama Penjualan Rokok Sampoerna

Pabrik pelintingan rokok Sampoerna dari dulu yang masih aktif
(sebenarnya pengambilan view ini dilarang loh :P)


Kemasan khusus istana kepresidenan pada masanya
Wallpaper Toilet Dibuat dari Bungkus Rokok
Yang juga menarik disini ada trem, yaitu bus mini khusus pariwisata yang membawa kita keliling kota Surabaya mengunjungi wisata sejarah lainnya, dan yang penting free of charge. Cocok sekali untuk solo backpacker seperti saya hehe. Ohya awalnya trem ini sudah fullbooked tapi saya berhasil me-lobby penjaganya dengan seribu alasan, mulai dari "Saya sendirian mbak, dari Jakarta, badannya kecil kok bisa diselipin, yang WL lain pada rombongan dan pasangan kan?", hingga akhirnya dibolehkan dan langsung diberi tiket "Ah si adek bisa aja nih nawarnya." Hahahah yes!
Surabaya Heritage Track

Surabaya Heritage Track, perjalanan wisata sejarah Kota Surabaya menggunakan trem ini tersedia setiap hari untuk para pengunjungnya, dan tidak dipungut biaya (Gratis).  Tetapi untuk teman-teman yang berencana datang di hari libur sebaiknya reservasi dulu via telepon dari beberapa hari sebelumnya, karena sering full-booked. Lokasi yang dikunjungi dan jadwal keberangkatan bisa dilihat disini 

Overall museum ini cukup menarik untuk dikunjungi, tujuannya untuk mengabadikan  sejarah perkembangan PT. HM Sampoerna menjadi merk internasional yang mendunia. Keberadaan museum ini juga seharusnya menginfokan pada pengunjung sekaligus menyemangati bahwa "Bisa loh inovasi kecil dari Bangsa Indonesia kemudian berkembang menjadi merk Internasional yang ngetop di dunia". Untuk perjalanan dengan Surabaya Heritage Track-nya juga cukup oke, namun menurut saya perlu ada perbaikan sedikit untuk pemandunya agar lebih informatif sehingga dapat memberi pengetahuan lebih pada pengunjung, bukan hanya jalan-jalan. Oke deh,sekian dulu sharing saya perjalanan ke Surabaya. 
Selamat nge-bolang, Semoga menyenangkan perjalanannya...

10 April 2013

Manfaat Membaca Al-Qur'an

Ya Allah, terangilah penglihatanku dengan kitab-Mu.
Lapangkanlah dadaku dengannya.
Bugarkanlah badanku dengan membacanya.
Permudahlah urusanku karenanya.
Lancarkanlah lisanku dengan membacanya.
Kuatkanlah jiwaku dengannya.
Percepatlah pemahamanku tentangnya.
Hilangkanlah kesedihanku dengan bacaannya.
Kuatkanlah tekadku dengannya
Terangilah hatiku karenanya.
Berilah aku kemampuan membaca dan menghapal Al-Qur'an serta menguasai berbagai ilmu (yang terkandung didalamnya).
Tetapkanlah semua itu dalam hatiku.
Dan muliakanlah aku dengan berbagai kebaikan.
Dengan daya dan kekuatan-Mu.

Sesungguhnya tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

Sejak kecil tentu sudah diajarkan besarnya pahala membaca kitab Al-Qur'an
sejak lama diingatkan orangtua bahwa membaca Al-Qur'an bisa memberikan ketenangan dan mengurangi kegelisahan dan kesedihan
sudah tahu juga kalau orang yang rajin membaca Al-Qur'an lebih aman dari penyakit "pikun" jika tua kelak.
Pernah dengar sharing dari teman, ia sudah membuktikan bahwa dengan membaca Qur'an setiap hari ia berhasil mendapatkan pekerjaan yang diinginkan sebelum lulus kuliah.

Begitu banyak manfaat tapi mengapa sangat jarang dilakukan?
Sulit tentunya untuk mulai menjadikan bacaan Qur'an sebagai bacaan rutin harian.
Tapi berkat membaca doa diatas yang saya baca pada pembatas Qur'an yg saya miliki, Insya Allah akan belajar istiqomah untuk membaca setiap hari karena manfaatnya yang begitu banyak.

Sungguh Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang :)