24 Desember 2016

Lesson Learned for a Newbie Employee

Hampir genap setahun saya menjadi pegawai kantoran. Pegawai kantoran maksudnya, pegawai yang bekerja di kantor beneran, full-time dan bukan disekolah seperti sebelumnya saya menjadi asisten peneliti, bukan juga dirumahan seperti jadi konsultan saat magang dulu. Intinya lebih terkesan profesional, ada peraturan perusahaan, dll yang mungkin definisinya cukup relatif.

But well, yang ingin saya share disini adalah beberapa lesson learned yang bisa menjadi tips bagi teman-teman yang baru akan memulai bekerja dilingkungan profesional. Sangat mungkin sebagai newbie, kita belum paham benar Bagaimana sih kultur kehidupan profesional kantoran? Bagaimana sih harus bersikap sebagai anak baru? simpelnya Do and Dont's yang perlu diketahui.

Tips 1: Malu bertanya sesat dijalan, Banyak bertanya dibilang nggak kreatif
Sebagai anak baru yang belum berpengalaman, masih banyak belajarnya, bertanya itu penting. Daripada terlanjur sok tahu padahal ngga tahu, akhirnya jadi salah. Tapi hati-hati juga jangan terlalu banyak bertanya hal-hal yang kecil, yang mungkin atasan/partner kerja kamu menganggap kamu tahu atau kamu bisa memutuskannya sendiri, karena nanti dibilang "ah ini anak nanya melulu, ngga kreatif, harus serba disuruh"

Tips 2: Profesionalitas itu bukan berarti kaku
Profesional itu ngga melulu tentang hormat yang kaku kepada teman kerja, atasan maupun bawahan, tetapi juga bisa menempatkan diri kapan berdiskusi serius antara atasan-bawahan sehingga kita perlu menghormati saat dia bicara dan berpendapat, kapan diskusi antar teman kerja yang selevel yang cenderung lebih santai tapi ngga cengengesan, dan kapan bercanda diluar jam kerja atau memang saat ada jokes  ditengah rapat. Intinya bisa menempatkan diri kapan waktunya berbicara dengan serius meskipun sebenarnya kamu juga orang yang humoris.

Tips 3: Sesekali mengungkapkan pendapat kalau ngga sepaham atau ada ide brillian perlu loh untuk menunjukkan gigi
Mungkin selama jadi mahasiswa kemarin, kita adalah pribadi yang tidak begitu kritis dan menganut peraturan dimana:
Pasal 1: Semua pembicaraan yang berasal dari dosen adalah benar
Pasal 2: Apabila merasa tidak benar, maka sebaiknya anda kembali ke Pasal 1
Tapiii, sekarang sudah bekerja buang deh jauh-jauh pemahaman ini. Kalau kalian merasa ngga sepaham sebaiknya langsung diungkapkan, tapi dengan cara yang sopan dan kalimat yang tidak menyalahkan loh. Sama juga dengan ketika diskusi berjalan alot mungkin, dan tiba-tiba kita punya ide brillian, coba deh diutarakan, ngga rugi kok. Kalau idenya bagus, akan diapresiasi, kalaupun ngga pasti atasan/tim kamu tetap memberi penjelasan kenapa, jadi kamu dapat wawasan baru.  

Tips 4: Belajar untuk selalu mengucapkan sapaan "Selamat Pagi," kepada rekan kerja di kantor
Ucapan "Selamat Pagi", untuk beberapa orang mungkin hanya dianggap formalitas dan tidak penting. Tapi coba deh perhatikan, sapaan selamat pagi itu terkadang meningkatkan semangat dari yang disapa, dari sapaan itu juga kita bisa tahu mood dari rekan yang kita sapa, jadi kita bisa tahu bagaimana menghadapi dia hari ini. Akan lebih seru kalau setelah ucapan selamat pagi kita lanjutkan dengan isu/gosip yang mungkin sedang booming kemarin/pagi itu, jadi kita bisa lebih akrab dan suasana kerja jadi lebih santai. 

Tips 5: Gunakan waktu istirahat siang dengan baik
Saat istirahat makan siang, gunakan deh waktu istirahat dengan baik, karena itu adalah hak kita sebagai karyawan. Karena kerjapun butuh istirahat, waktu relaksasi untuk refresh otak dan badan. Kalau bisa kamu selalu menggunakan waktu istirahat kamu secara ontime. Keluar ontime, masuk juga ontime. Selain optimal istirahatnya, menghindari supaya kamu ngga dicap curi-curi untuk perpanjang waktu istirahat. Meskipun mungkin karena kamu keluarnya belakangan. But who cares? Untuk mereka yang melihatnya di tepat jam 1 siang (saat istirahat sudah selesai), mereka nggatau kapan kamu keluar makan siang tadi.
Oh ya, kalau dibutuhkan tidur siang dimeja/dimushola 5-10 menit itu manfaat banget loh untuk refresh otak dan memunculkan ide-ide/membuat lebih produktif siang harinya.

Tips 6: Kerjaan itu ngga akan ada habisnya Bung, kalo bisa dibesokin ya better besok aja 

Untuk kamu yang biasa mengerjakan tugas sekolah/kuliah tepat waktu/ngga deadliners,sangat  mungkin untuk kamu sering merasa perlu lembur karena to do list-mu hari itu belum semua terselesaikan. Tapi, lagi-lagi kerjaan itu bukan kuliah, dan kerjaan ngga akan ada habisnya. Bukan kayak PR yang setelah selesai, kamu kumpulkan ke guru/dosen lalu selesai urusanmu. Tapi tetap harus dibuat prioritas ya kerjaannya, mana yang harus selesai hari ini karena deadline/urgent case, mana yang mungkin bisa ditunda besok. Ayo, latihan me-manage waktumu dengan lebih baik!

Tips 7: Kerja itu bukan volunteer, kalau bukan jobdesc utama kamu ya nggak perlu terlalu inisiatif
Terutama untuk kamu yang kerja di startup company, dimana karyawan masih terbatas, jobdesc antar karyawan masih tumpang-tindih, tapi dituntut pengembangan banyak diperusahaan, sulit dipungkiri kalau boss-boss kamu akan me-request banyak hal secara spontanitas. Untuk hal-hal kayak gini, perlu nih dipikir-pikir lagi. Workload kamu saat ini gimana, kedepannya gimana, feasible atau ngga, interested atau ngga. Kalau jawabannya kebanyakan ngga, atau kalau kamu ngga yakin bisa menyelesaikannya, better menolak secara baik, sopan, dan profesional (mungkin bisa melemparkan ke yang lain, yang lebih mumpuni hahaha). Intinya ngga perlu kebanyakan inisiatif. Ingat ini bukan kuliah, ngga akan jadi langsung dapat A nilainya. Paling mungkin akan dipuji suatu saat (jika dibutuhkan), hahaha.

Tips 8: Kurang-kurangin deh kepo dengan urusan orang
Belajar deh ngga usah ngurusin urusan/kerjaan orang lain. Termasuk pikiran, Kok dia santai sih, ngga sibuk-sibuk banget, Kok saya sibuk banget, padahal kan status dan benefit kita sama. Kalau mau tau untuk sekedar formalitas sih ngga-papa, bercanda "Lu kayaknya santai? Bantuin dong". Karena disini kita sebagai sesama karyawan nggatau benefit dia berapa, challenge kerjaannya apa, KPI-nya apa. Kita juga nggatau lebih berkah siapa kerjanya. Mungkin aja kita kerjaannya banyak dan sering ngedumel, meskipun benefitnya besar tapi jadinya ngga berkah, sedangkan dia kerjaannya sedikit, benefit sedikit tapi dia selalu bersyukur. 
Yuk, belajar untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita dapatkan dan kesempatan yang kita punya! Karena berarti kita masih dibutuhkan.


Tips 9: Ngga perlu menjadi yang paling tau atau jadi Ensiklopedi-nya kantor
Kalau kamu bekerja dengan data dan angka, harus hati-hati banget untuk membahasnya. Selain perlu belajar mengingat angka dengan cepat (paling tidak kisarannya berapa), yang harus diingat juga kenapa cara perhitungan atau asumsi yang kamu gunakan seperti itu. Kalau lagi ngga pegang data, kemudian ditanya exact angka dari data tersebut, Jangan asbun! (asal bunyi). Better bilang "Nanti saya coba cek dulu, karena saya lupa angka pastinya." Dengerin aja dulu komentar ybs tentang data itu apa, dan sesegera mungkin kamu konfirm kebenaran data dan pernyataannya.

Tips 10: Multitasking itu baik, tapi kalau sedang mengerjakan pekerjaan ya tetap harus fokus supaya produktif dan menghindari kesalahan
"Dia sih keren bisa multitasking, kerjain apa-apa bisa cepat". Eits, tunggu dulu, cepat dan multitasking ngga menjamin ybs mengerjakan dengan tepat. Sangat mungkin terjadi kesalahan ketika fokus terbagi-bagi, banyak hal yang mendistraksi, dan karena bekerja terlalu cepat jadi tidak teliti. Malu dong, kalau sering-sering disuruh revisi cuma karena kesalahan kecil yang ternyata berdampak besar #notedtomyself 
Jadi, kalau bisa kurang-kurangin kerja sambil liat socmed, apalagi kalau lagi in hurry, atau sedang mengerjakan pekerjaan yang butuh fokus dan ketelitian tinggi 

Selamat beradaptasi dilingkungan kerja yang baru! Semoga tips diatas bermanfaat dan bikin kerjaan kamu jadi lebih seru :)

5 November 2016

10 Tipe Penumpang KRL (Commuter Line)

Berikut ini adalah 10 tipe penumpang KRL (Commuter Line) versi saya yang tentunya berdasarkan hasil penelitian mendalam #tsah:
  1. Si pura-pura tidur -
    Si pura-pura tidur ini pada umumnya adalah orang yang ngga rela memberi tempat duduknya kepada orang lain, jadi meskipun ngga tidur, dipura-pura-in tidur aja.
  2. Si repot banget banyak ngedumel dan cak-cek-cak-cek (mendecak) - Biasanya orang kayak gini, terlihat dari wajahnya ketika pertama kali dia masuk kedalam kereta dan respon pertama melihat kondisi kereta. Contohnya: saat pintu kereta terbuka – “Astaghfirullah”, ketika didalam kereta “ ck ck penuh banget sih ini kereta, aduh tas saya kejepit, aduh tangan saya sakit banget, aduh mbak tolong dong?” dan lainnya. Pokoknya ditengah orang-orang yang sibuk dengan urusannya sendiri, orang ini biasanya lebih banyak mengeluarkan suara-suara kedumelannya.
  3. Si stay cool - Dari masuk sampai turun lagi tetap tenang, banyak dari mereka tetap cool Karena mendengarkan musik. Meskipun beberapa diantaranya mendengar dengan volume yang cukup keras jadi sekitarnya bisa ikut nebeng dengar.
  4. Si Korean girls - Nah ini, menurut penelitian random saya, 15-20 cewek-cewek kekinian pengguna KRL pasti ada yang menghabiskan waktunya untuk nonton korea dengan jarak mata ke hp yang sangat dekat. Biasanya mereka tidak peduli dengan keadaan sekitar, sekalipun kereta tiba-tiba mati listrik, mereka tetap stay cool.

4 November 2016

Anak Kereta Berbagi

Yakin sudah siap hidup di Jakarta?

Sudah siap bertarung dijalan setiap hari belum?

Coba yuk kita estimasikan, rata-rata durasi perjalanan dari rumah ke tempat kerja para karyawan di Jakarta terutama para commuter (yang tinggal di Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang) mereka membutuhkan 2 jam untuk sekali perjalanan, kalau di kali 2 pulang-pergi berarti 4 jam, yang berarti juga hamper 20% dari 24 jam kehidupan mereka sehari berada di jalan looh.

Di Jakarta kan enak, transportasi umumnya banyak, kemana-mana jadi mudah dong?

Yak, betul. Transportasi umum di Jakarta memang banyak jenisnya, setiap jenis transportasi umum punya karakternya masing-masing, para pengguna harus paham betul kalau ingin aman, selamat efektif, dan efisien menggunakan transportasi umum di Jakarta. Sebagai contoh para pengguna commuter line, harus siap mendesak/sikut-sikutan dengan penumpang lain kalau mau masuk kedalam gerbong di jam-jam sibuk, para penumpang angkutan umum/metro mini/kopaja, harus siap mengejar kalau sudah terlihat dari jauh, mereka juga harus mahir turun dari kendaraan ketika kendaraan masih berada pada posisi berjalan, dan selalu sigap untuk turun pakai kaki kiri dulu bukan kanan, Karena jarang sekali dari supir yang mau berhenti di halte/tempat yang aman. Oh, para penumpang angkutan umum/metro mini/kopaja juga harus sabar menanti kalau mereka ngetem untuk menunggu penumpang penuh. Satu lagi yang paling penting, selalu waspada dengan barang bawaan pribadi, dan sangat dianjurkan untuk berprasangka buruk dengan orang yang bergelagat aneh-aneh disekitar kita. Sebaiknya tetap mengawasi, atau mendekat ke kenek/supir, atau juga kalau sudah parah khawatirnya lebih baik turun.

Sebenarnya saya masih newbie untuk berbagi pengalaman tentang transportasi Jakarta, Karena masih kurang dari 1 tahun saya menjadi karyawan di ibukota. Tetapi, hamper semua jenis transportasi umum sudah saya coba untuk perjalanan berangkat dan pulang kantor. Oh ada 1 yang belum, yaitu bemo. Padahal ada didepan kantor, tapi rutenya tidak sesuai dengan arah perjalanan saya. Berdiri berjam-jam di transjakarta, menunggu commuter line yang sedang problem sampai 1 jam, bergelantungan di kopaja, dan beberapa pengalaman lain. Jadi boleh ya tetap share disini, hehe.

Sehubungan saya sehari-hari adalah pengguna commuter line, so let’s focus to discuss about commuter line jabodetabek/KRL (kereta rel listrik). Untuk para commuter (penglaju, yang setiap hari bolak-balik keluar dari kotanya) yang tinggal di Depok, Bogor, Bekasi kota, maupun Tangerang, ini adalah alat transportasi terbaik untuk saat ini. Meskipun jadwalnya masih sering berantakan, peluang mendapat tempat duduk sebulan sekalipun belum tentu, dan harus selalu siap menjadi tumpukan ikan pindang, tetapi estimasi waktu tempuhnya yang lebih dapat diprediksi. Sebagai contoh untuk jarak Depok-Manggarai estimasi waktu 40-50 menit (13 stasiun), Kalibata-Tebet estimasi 6-10menit  (2 stasiun).

10 Oktober 2016

Cerita Commuter Line (2)

Banyolan cukup menghibur ditengah himpitan tumpukan menjadi ikan pindang di KRL Bogor dari seorang Ibu paruh baya disebelah saya:

  1. "Duuh kapan saya dietnya kalau begini, setiap mau berangkat dan pulang harus makan banyak2 supaya kuat dorong2 begini", pas ngelirik ibunya, tangannya berotot!
  2. Masuk stasiun Manggarai, seperti biasa soundingnya "Mohon maaf saat ini kereta anda sedang tertahan ...", Ibu-ibu tadi : "Becanda aja nih kereta kerjanya, minta maaf kok setiap hari?"
  3. Di stasiun Manggarai, (yang ini agak jahat sih tapi nada ibunya tetap lucu) pas Ibu-ibu lain lagi pada heboh "Permisi2 ada Ibu Hamil", tiba-tiba ibu-ibu itu teriak: "Ibu hamil ngga usah masuk buuu, nanti melahirkan bahayaa!"
  4. Waktu saya mau turun dari gencatan dan makin jauh dari pintu kereta, ibunya nanya "Eh dek mau turun dimana?", belum sempat saya jawab, ibunya langsung nepuk-nepuk pundak sambil bilang "Selamat berjuang ya dek, Semoga sukses!"
*mungkin ngga lucu buat non-anker

15 September 2016

Cerita Commuter Line (1)

Cerita Pagi di Commuter Line..
  1. Pagi ini saya masuk ke gerbong 1 (khusus wanita) pintu kedua. Eh baru pintu ketutup, udah rame ada 2 ibu2 berantem krn gamau geser pdhl yg lain pada mau turun. Udah satu lawan banyak, si ibu tersangka ini disorakin byk orang masih aja mereka berantem dari stasiun kalibata sampe stasiun tebet (2stasiun durasi kira2 5 menit) dan hampir gampar2an pula
  2. Cuma di KRL bisa naik wahana dlm wahana, sampe bisa terbang! Desek2an krn penuh emang udah biasa, ini ditambah masinisnya suka ngerem mendadak dan track sekitar St Manggarai yg bikin kereta miring bgt ke kanan dan lgsg ke kiri. Nah krn hari ini super padat dan saya udh gabisa nahan gaya dorong dr berbagai arah, kaki hilang pijakan jadilah terbang, nibanin yg lg duduk. Herannya ibunya tetep aja tidur ga bergerak udh ditiban badan dan tas saya yg berat 😅
  3. Bener ternyata artikel yg bilang "meskipun ganas gerbong wanita juga suka saling menolong". Lepas dari Stasiun Sudirman yg super ngeri volume org dan jenis org2nya, ada ibu2 yang bilang: "Aduh saya kegencet-gencet sampe tali ** saya lepas", dengan muka gusar. Wajar sih panik krn dia mau turun di stasiun setelahnya. Tiba2, ada ibu2 yg bukan temannya nawarin "Sini mbak mau saya bantu pasang?" Trs main buka bajunya si ibu itu aja sambil bilang, "gausah malu benerin mbak kan segerbong perempuan semua" *speechless*

19 Desember 2015

Be a Tough Job-Seeker! (part 2)

Lanjutan posting sebelumnya:Be a Tough Job Seeker! (Part 1)

Sebulan sekali psikotes sampai hampir hafal jawabannya, setelah 2x Kraeplin dan 3x Paulli kecepatan menghitung semakin bertambah karena sekarang bisa minta nambah kertas, gambar Wartegg, pohon dan orang juga semakin baik, haha. Beberapa kali interview juga membuat saya tidak tegang lagi dan terlatih menjawab pertanyaan cepat ala "miss universe".

Lanjut tentang rekrutmen lagi yaa, beberapa perusahaan yang saya ikuti seleksinya adalah:


5.  Dirgantara Indonesia/Indonesian Aerospace/PTDI (dulunya IPTN)
Alasan saya mendaftar di perusahaan ini? Karena keren aja bisa bikin pesawat, hehe. Meskipun belum pernah bekerja di industri manapun, tapi saya merasa industri perakitan pesawat sangat menarik, sistem bisnisnya juga pasti berbeda dengan industri lainnya seperti FMCG. Saya mendaftar melalui situs resmi Indonesian Aerospace berdasarkan info dari teman. Ketika daftar, kandidat tidak memilih posisi apa yang didaftar, karena informasi yang tersedia hanya menyatakan ”menerima lulusan S1 jurusan A, B, C, D, untuk menjadi karyawan PT DI.”

Saya mendaftar sekitar bulan September dan dipanggil pada akhir bulan Oktober, untuk tes di awal November. Tahapan [1] adalah Psikotes. Standar seperti tes lainnya (kecuali TMMIN! Yang susah itu haha), namanya IST kalau tidak salah, lengkap dengan Wartegg, gambar dan Paulli (tes koran yang cepet-cepetan dan banyak-banyakan halaman pengerjaan). Psikotes dilaksanakan di Biro Swaparinama, Bandung (persisnya  disamping apartemen dago simpang). Akhirnya saya tau juga itu gedung apa, secara sering ngelewatin tapi gapernah lihat ada kehidupan disana. Psikolog-nya bilang pengumuman akan diberikan langsung oleh PTDI maksimal 1 bulan dari waktu Psikotest.

Sekitar 3 minggu dari psikotest, saya dikabari untuk tes [2] dan [3], yaitu Interview dan Medical Check Up. Jadwal Interview hari Senin, dan MCU hari Jumat-nya. Berhubung saya malas bolak-balik, saya request saja harinya bersamaan dengan alasan saya tidak tinggal di Bandung, hehe. MCU yang dilakukan cukup lengkap, tes urin, darah, fisik, gigi, dan rontgen. Ohya, sebelum MCU kita diminta berpuasa mulai Pkl 22 pada malam sebelumnya. Tes dilakukan di klinik PTDI. Setelah MCU saya menuju ruang Interview. Ternyata pada hari itu, seluruh kandidat yang lolos Psikotes (160 orang) di Interview dihari yang bersamaan (Waah, keren banget stamina yang interview! Ngewawancara banyak banget orang dalam 1 hari, palingan 1 orang Cuma 15 menit).

Ternyata saya salah, interviewer-nya memang banyak dan para kandidat dibagi ke 2 aula besar sesuai dengan arahan divisi masing-masing. Setelah menunggu dari pkl 9.30 setelah selesai MCU, saya baru dipanggil sekitar pkl 13, tim rekrutmen PTDI mengatakan saya akan diwawancara oleh DT (saya berasumsi itu kepanjangan dari direktur teknik, hehe antah apa). Pkl 13 saya dipanggil untuk di interview oleh HRD, kalimat pertama yang ditanyakan adalah ”Ini benar kamu minta salary sekian? Jujur kami tidak bisa menyanggupi, kami hanya mampu membayar sekian. Apa kamu ingin melanjutkan proses ini?” Jengjeeng.. agak shock sih tapi harus tetap cool dan menjawab secara profesional. Akhirnya, wawancara pun berlanjut. Bapak HRD menanyakan, ”Kamu daftarnya di Bidang apa sih? Kamu minatnya dimana? Sepertinya kamu cocok di bla bla bla” Saya menjawab,”Saya tidak daftar di bidang mana-mana Pak, karena memang tidak ada pilihannya, kalau mengenai minat saya tertarik di blablabla.” Singkat cerita, Bapak HRD merekomendasikan saya di bagian Corporate Planning dibandingkan DT, setelah sedikit menyinggung tentang Teknik Industri ITB, hingga saya tau kalau kami 1 almamater.

Setelah diskusi selama +/- 15 menit oleh HRD, saya diminta ke bagian Interview CP (Corporate Planning), disana saya di interview oleh 2 orang Bapak-bapak, yang salah satunya juga Almamater saya di T. Industri ITB. Kalimat pertama yang ditanyakan “Kamu S2? Waaah kita dapat calon ketua divisi!” (saya: bingung sambil cengir-cengir) Salah satu dari ke-2 Bapak ini antusias sekali menanyakan banyak hal kepada saya, mulai dari pengetahuan tentang corporate planning, risk management, pendidikan saya, dll. Hingga akhirnya ‘memaksa’ saya untuk menjawab dengan cepat “Jadi kamu minat dimana, Risk management, bidang evaluasi korporat, atau perencanaan strategis?” Secara saya belum terlalu paham mengenai kedua jobdesk bidang itu, jadi saya jawab terbata-bata, tapi Bapak tsb terus menanyakan kepastian minat saya. Hmm.. sekitar hampir 1 jam saya di buat tegang oleh kedua Bapak tersebut.

Saya pikir interview saya hari ini sudah selesai. Ternyata ketika lapor ke front desk, ”Kamu tunggu dipanggil bagian DT ya!”. Waktu menunjukkan pkl 15.00 dan masih cukup banyak antrian kandidat yang belum diwawancara saat itu, mungkin sekitar 30-an orang. Sabar-sabar ya teman-teman yang nanti akan ada dimomen ini. Interviewer dari bagian DT juga ada dua orang. Jujur ini adalah pengalaman kedua saya di interview sampai panas dingin dan speechless, setelah yang pertama di interview bagian CP di beberapa menit sebelumnya. Kurang lebih ini diskusi yang terjadi:
Interviewer 1 (I1): Kenapa sih kamu mau daftar di PTDI?

5 Desember 2015

Be a Tough Job-Seeker! (part 1)

Rezeki udah diatur kok sama Allah dari sebelum kita lahir, Termasuk juga pekerjaan, Ngga berarti lulusan S2 peluang kerjanya lebih mudah, Ngga berarti juga jurusan yang katanya ngga spesifik, lapangan pekerjaannya banyak, cari kerjanya mudah, termasuk IP bagus bahkan sempurna dijamin mudah diterima diperusahaan yang kita mau.

Ridho Allah-lah yang paling menentukan, hmm mungkin juga sedikit karena factor luck yaa. Pesan mama: "Tetap bersabar dalam usaha dan terus berdoa, Kita ngga pernah tau doa mana yang akan dikabulkan oleh Allah, yang tentunya terbaik untuk kita"

Sejak sebelum saya lulus, bisa dibilang saya cukup aktif untuk coba apply kerja sana-sini. Selama masih studi di Taiwan sekitar bulan Juni 2015 lalu, saya sudah mencoba melamar berbagai pekerjaan melalui website perusahaan ybs, jejaring sosial Linked-in, Jobstreet, dll. Berbagai peluang pekerjaan yang berhubungan dengan minat saya, saya daftarkan. Minat saya adalah bekerja di bidang logistics (sesuai dengan fokus studi program master saya) dan business development (karena berhubungan dengan perencanaan bisnis yang menyeluruh termasuk marketing, sales, korporasi juga).

Alhamdulillah, lima bulan berlalu, saya masih dilatih Allah dalam kesabaran dan keikhlasan dalam proses pencarian kerja ini. Allah ingin menguji seberapa besar ikhtiar yang bisa saya usahakan untuk mendapatkan pekerjaan yang ternyata cukup sulit. Berkat hal ini, ternyata saya baru menyadari, ini memang pertama kalinya saya harus berusaha sungguh-sungguh untuk menghadapi kompetisi dalam hidup. Selama ini perjalanan pendidikan saya memang dapat dikatakan cukup lancar, bahkan sangat lancar. Masuk SMP terbaik, SMA terbaik, masuk ITB S-1 melalui USM tahap pertama, dan masuk S2 dengan berbagai beasiswa, Alhamdulillaah.

Singkatnya, di post saya kali ini, saya ingin berbagi pengalaman saya menjalankan beberapa seleksi rekrutmen di beberapa perusahaan dari sekian aplikasi yang saya ajukan (tidak terhitung jumlahnya, haha). Siapa tau berguna untuk teman-teman yang juga lagi mencari kerja. Karena udah hal yang lumrah banget, kalo mau ngejalanin seleksi kerja at least pernah browsing sekali aja tentang proses, pengalaman, dll yang berhubungan dengan seleksi di company itu.

1. Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI)

Saya mendaftar sekitar bulan Agustus (setelah sidang tesis di ITB) pada posisi Business Development Staff. Saya minat diposisi ini karena posisi ini terkait dengan perencanaan bisnis perusahaan secara menyeluruh, saya yakin saya dapat belajar banyak hal di posisi ini.
·         
         [1] Presentasi dan Interview User
Pertama kali dipanggil saya langsung Interview User dan diminta untuk mempresentasikan ide apapun dalam Bahasa Inggris. Saat itu saya mempresentasikan summary thesis saya tentang optimalisasi pemanfaatan parkir privat untuk memaksimalkan perolehan revenue. Alhamdulillah interview berjalan lancar, pertanyaan yang diajukan cukup sederhana dan saya dapat menjawab dengan yakin. Pada interview user ini, sang user tampaknya lebih ingin menjelaskan mengenai pekerjaan yang saya daftar agar saya mendapat gambaran. Posisi ini merupakan posisi baru yang dibuka IAMI dengan tujuan untuk merapikan system bisnis dan fokus pengembangan bisnis kedepannya, karena selama ini belum ada yang melakukan. Saat itu User yang menginterview juga sharing mengenai Jack Ma. Jack Ma, seorang founder bisnis online Alibaba dari China memberikan tantangan untuk kaum muda yang serius ingin bisnis di usia yang mapan. (Selanjutnya tentang sharing Jack Ma)

Setelah selesai interview user, pihak HRD  mengatakan tahap selanjutnya adalah Interview HRD dan dilakukan siang itu juga setelah makan siang

     [2] Interview Kepala HRD
Kepala HRD menanyakan kenapa saya apply di IAMI, apa minat saya, cita-cita, karakter diri, dan lain-lain. Saya cukup lancar menjawab berbagai pertanyaan meskipun ada kesalahan yang saya lakukan karena saya katakan saya sebenarnya bercita-cita sebagai pebisnis. Seharusnya saat interview, kita harus dapat meyakinkan interviewer bahwa kita akan mengabdi disana.

Setelah selesai, pihak HRD menanyakan apakah saya siap untuk melanjutkan psikotes karena untuk tahap selanjutnya Head of User Interview, namun Bapak tsb ingin melihat karakter saya terlebih dahulu sebelum mewawancarai. Tetapi berhubung sudah pkl. 2 siang dan saya merasa sudah agak lelah dan ngga memungkinkan kalau harus menyelesaikan psikotes yang kira-kira 3 jam, saya pun dijadwalkan untuk psikotes 3 hari kedepan, yaitu hari Senin pekan depan.