Double Degree Master Program: ITB-NTUST (Taiwan) - part 1

Selama sekolah belum pernah berprestasi ikut lomba/ kompetisi apapun keluar sekolah, yang internal saja jarang diikuti. Selama kuliah S1 keinginan besar untuk pergi keluar negeri mencari pengalaman dengan ikut acara kemahasiswaan, pertukaran pelajar, conference, atau apapun juga belum tercapai. Tiba saatnya melanjutkan S2, cita-cita besar ini belum hilang. Saya sangat ingin pergi keluar negeri selama saya berstatus mahasiswa, apapun itu bentuknya, saat itu kuliah double degree adalah wacana paling menarik yang saya ingin kejar. Kebetulan jurusan tempat saya belajar saat ini, Teknik Industri ITB menyelenggarakan kerjasama dengan tiga negara yaitu Perancis, Jepang, dan Taiwan. Saya sangat ingin sekali ke Perancis, tentunya demi melihat menara Eiffel, hehe. Sehingga belakangan juga saya sempat mengumpulkan beberapa pernak-pernik yang berhubungan dengan Paris dan Eiffel Tower, juga sempat belajar Bahasa Perancis selama hampir dua bulan.

Disebabkan satu dan lain hal saya mengurungkan niat untuk melanjutkan studi ke Perancis. Menurut info yang saya peroleh, kuliah dengan jurusan Teknik Industri di Perancis butuh basic matematika yang kuat, dan minat di bidang operations research yang tinggi, kuliahnyapun dirasa cukup sulit bagi yang kuliah S1-nya bukan jurusan Teknik Industri. Oke, saya rasa itu kendala yang cukup besar bagi saya jika saya menginginkan lulus tepat waktu. Bergeser haluan sedikit, Bagaimana dengan Jepang? Ternyata untuk mahasiswa double degree diwajibkan membuat dua tesis, berat tentunya. Disaat sedang mencari berbagai informasi mengenai conference yang dapat saya ikuti, ada pengumuman dari pihak TU bahwa ada walk in interview dari universitas Taiwan untuk program double degree. Berbeda dengan dua negara lainnya, tidak ada syarat yang menjadi kendala untuk tidak mendaftarkan diri pada kesempatan ini. Apabila lulus dari program ini selain mendapat degree dari dua universitas sekaligus kami jg mendapat dua gelar berbeda, yaitu MT (Magister Teknik) dan MBA (Master of Business and Administration), menarik bukan?

Maret 2014, kalau saya tidak salah ingat, beberapa profesor dari NTUST (National Taiwan University of Science and Technology) datang berkunjung ke program studi kami untuk menerangkan program double degree yang mereka miliki sekaligus keesokan harinya mewawancarai beberapa orang yang lolos verifikasi awal. Pengumuman langsung sekitar 30 menit setelah wawancara selesai, alhamdulilah verifikasi kedua lolos. Kamipun diminta untuk meng-apply online untuk mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa double degree di NTUST dan mendaftarkan beasiswa dengan sebelumnya diwajibkan melengkapi sejumlah berkas melalui upload online dan kirim dokumen fisik.

Setelah dua bulan harap-harap cemas, bulan Juni kami mendapatkan notifikasi email sebagai pemberitahuan bahwa sebagian dari kami diterima program beasiswa double-degree NTUST, namun dengan perolehan nominal support yang berbeda. Terdapat 3 kategori perolehan beasiswa, yaitu full scholarship (tuition waiver + monthly stipend 10000NTD), partial scholarship (tuition waiver + monthly stipend 8000NTD), dan tuition waiver only. Kebetulan saya mendapatkan tuition waiver saja, namun diberi tawaran untuk menjadi research assistant dan mendapatkan monthly stipend sebesar 6000NTD dari lab dan 2000NTD dari departemen, jumlahnya sama dengan partial scholarship.

Sejujurnya banyak hal yang saya pertimbangkan untuk melanjutkan mengambil kesempatan ini atau meninggalkannya lalu mencoba keberuntungan lain. Mulai dari mampukah saya berkuliah diluar negeri? Hidup setahun di negeri orang tanpa keluarga, kultur yang baru, keilmuan baru yang belum memiliki basic yang kuat, sesuaikah dana bulanan yang diperoleh dan pengeluarannya,izin orangtua, dll. Ya, meninggalkan zona nyaman tentu menjadi hal yang berat untuk setiap orang, apalagi saya yang sudah 6 tahun tinggal di Bandung dengan segala kemudahan, walaupun jauh dengan orangtua masih bisa mengunjungi setiap bulannya. Shalat istikharah beberapa kali untuk ditunjukkan yang terbaik bagi keluarga, saya pribadi, dan orang-orang disekitar.

Waktunya tiba, 6 September 2014, tiket untuk CGK-TPE menggunakan Philipine Airlines Pkl. 12. 50pm sudah ditangan. Keluarga dan sahabat mengantar saya sampai bandara. Senang, semangat, ragu, dan sedih bercampur saat itu. Bismillaaah, Semoga lancar kehidupan baru di negeri China (Taiwan). Cepat lulus dan segera kembali ke Indonesia. Aamin.

Ini adalah hari ke-4 saya menikmati kota Taipei dan belum sebagai mahasiswa. Banyak hal yang bisa dieksplor disini, Seru! Pertama kali keluar negeri dan langsung tinggal untuk waktu yg cukup lama. Next posting akan saya ceritakan serunya bermain sambil belajar (Eh! belajar sambil bermain) di Taiwan :)

Komentar

Postingan Populer