KEILMUAN PLANOLOGI DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN PERUMAHAN BERNUANSA ISLAMI


Debby Rahmi Isnaeni
15408053
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota
Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Institut Teknologi Bandung
2010


Abstraksi

Agama Islam adalah agama yang terbuka bagi setiap orang. Hal ini dikarenakan Agama Islam mudah dipahami oleh setiap orang dan memiliki panduan yang lengkap untuk kehidupan sehari-hari umatnya. Semua yang diajarkan dalam Agama Islam telah tertulis dalam kitab suci Al-Quran. Pelajaran-pelajaran inilah yang kemudian dapat diaplikasikan dengan berbagai keilmuan lainnya. Contohnya adalah keterkaitan ilmu pengetahuan Agama Islam dengan Ilmu keplanologian dalam merancang dan merencanakan sebuah kawasan perumahan. Keterkaitan cabang keilmuan ini dibuktikan dengan maraknya pembangunan perumahan berbasis islami di Indonesia, terutama yang terjadi di Jawa Barat.

1. Pendahuluan
Islam adalah agama yang banyak mengajarkan ilmu tentang kehidupan bagi umatnya. Ilmu-ilmu ini bersumber dari wahyu Allah SWT yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai rasul-Nya dan tertulis dalam kitab suci Al-Quran. Didalam Al-Quran dan hadits terdapat begitu banyak ajaran yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal inilah yang mendukung perintah Allah kepada hambanya untuk selalu memperkaya dirinya dengan ilmu yang dimiliki. Karena sesungguhnya Allah akan meninggikan derajat hamba-Nya yang berilmu, Allah ta’ala berfirman: “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11). Sesungguhnya Allah SWT tidak pernah menginginkan hambanya bodoh, umatnya dianjutkan untuk harus terus berjuang mengembangkan keilmuan dalam dirinya. Karena ilmu inilah yang kemudian membawa kita kepada kebahagiaan yang cukup untuk didunia dan akhirat kelak.
Planologi atau Perencanaan Wilayah dan Kota adalah suatu program studi yang mempelajari tentang cara merencana suatu wilayah dan kota dengan memperhatikan berbagai pertimbangan yang terkait dalam pembangunannya. Baik secara fisik, sosial, ekonomi maupun lingkungan. Proses perencaaan yang diatur dilakukan secara bertahap mulai dari skala paling besar yaitu nasional hingga paling kecil, sektoral maupun wilayah, termasuk perumahan. Menurut Conyer, 1984, definisi Perencanaan adalah proses kontinyu dalam pengambilan keputusan atau pilihan mengenai bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada semaksimal mungkin guna mencapai tujuan-tujuan tertentu di masa depan. Ilmu planologi dalam penerapannya sendiri dapat berhubungan erat dengan keilmuan lainnya, seperti keilmuan dalam Islam. Contohnya dalam membuat perumahan berbasis islam.

2. Aplikasi Hubungan Keilmuan Planologi dan Agama Islam
Adanya perumahan berbasis islam merupakan salah satu bukti nyata bahwa keilmuan planologi (Perencanaan Wilayah dan kota) sebenarnya juga dapat diaplikasikan dengan keilmuan Agama Islam. Berdasarkan UU RI No.4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman, perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan. Sedangkan perumahan berbasis islam adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan atau tempat tinggal yang bernuansa islami, dilengkapi dengan sarana dan prasarana lingkungan yang juga mendukung kemudahan ibadah bagi penghuninya. Bangunan rumah yang dibangun juga biasanya berdasarkan beberapa ketentuan keilmuan dalam islam.
Saat ini mulai banyak berkembang pembangunan perumahan berbasis islam di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Awalnya perumahan ini pertama kali dibangun hanya sebagai bentuk inovasi yang dilakukan oleh sebuah pengembang sebagai suatu pembeda dari perumahan lainnya. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pembangunan perumahan islami ini semakin marak diperbincangkan. Semakin banyak masyarakat yang merasa tertarik dengan perumahan yang bernuansa islam ini. Maka semakin banyak pula jumlah perumahan yang dibangun dengan konsep islami. Hal ini dapat dianggap sebagai bentuk dari kecenderungan masyarakat untuk kembali pada kehidupan agamis yang selama ini kurang diperhatikan.
Seperti layaknya dunia mode yang terus berkembang, konsep perumahan yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat juga akan terus berkembang sesuai permintaan pasar. Konsep perumahan islami tidak selalu identik dengan langgam bangunan/ arsitektur yang cenderung menyerupai rumah-rumah timur tengah. Ada juga perumahan berkonsep islami yang menitikberatkan pada kenyamanan lingkungan bagi penghuni dalam beribadah, pembangunan yang membuat suasana semakin kondusif dalam melakukan ibadah baik kepada Allah maupun sesama manusia serta lingkungan yang mampu membina anak-anak dalam perkembangan keilmuannya sesuai ajaran Agama Islam.
Pada hakikatnya, tujuan pembangunan perumahan islami adalah membuat konsep perumahan muslim yang berdasarkan kehidupan hunian syariah, untuk mengimbangi kehidupan modern, kesibukan dan rutinitas yang sering kali membuat orang abai dan lalai terhadap nilai-nilai agama yang mungkin sudah mereka pelajari sebelumnya. Sebagai bentuk sasaran untuk mencapai tujuan tersebut, pengembang melakukan berbagai cara baik dalam pembangunan serta perbaikan dalam aspek fisik, sosial, ekonomi maupun lingkungan.
Perencanaan aspek fisik dapat dilakukan dengan cara menyediakan fasilitas khusus yang dapat menunjang aktifitas ibadah kaum muslimin seperti dibangunnya mushalla di setiap sektor, satu masjud utama dan sekolah islami. Selain pembangunan infrastruktur, konsep interior rumahpun ikut diatur. Seperti adanya ruangan kecil disetiap rumah yang berfungsi sebagai mushalla, peletakkan pintu kamar mandi yang membelakangi arah kiblat, peletakkan tempat tidur yang menghadap kiblat dan ketentuan lainnya, yang mirip dengan fengshui China namun berdasarkan ketentuan islam. Untuk aspek ekonomi, pengembang dapat menerapkan sistem pembelian syariah, tanpa bunga dan tidak memberatkan calon penghuni, hingga menerapkan sistem zakat dari beberapa persen total harga pembelian rumah oleh konsumen. Sedangkan untuk perencanaan lingkungan sosial bernuansa islami adalah dengan memberlakukannya aturan bagi penghuni untuk selalu sholat maghrib dan sholat shubuh berjamaah setiap paginya, serta adanya pengajian rutin bulanan untuk setiap penghuni. Hal ini diharapkan dapat semakin mendekatkan penghuni dengan Yang Maha Pencipta.

3. Pandangan Mengenai Pembangunan Perumahan Bernuansa Islami 
Sebuah inovasi baru tentunya memiliki dampak bagi pengguna. Sama halnya dengan pembangunan perumahan bernuansa islami ini. Keuntungan tentu sepenuhnya akan didapat oleh pengembang karena inovasi perumahan bernuansa islami ini dapat dengan cepat menarik pangsa pasar dalam jumlah yang tidak sedikit. Pembangunan perumahan bernuansa islami yang semakin marak menandakan bahwa inovasi ini sukses mengajak konsumen yang ingin hidup dalam suasana lingkungan yang homogen dengan alasan untuk fokus dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Walaupun kedepannya para pengembang kurang yakin akan tren pembangunan bernuansa islami ini apakah akan berlanjut atau hanya tren sesaat dalam sebuah persaingan pasar.
Bagi konsumen kemungkinan dampak yang ditimbulkan setelah melakukan pembelian unit perumahan islami tidak selalu positif, ternyata ada juga dampak negatif yang akan ditimbulkan. Sesuai dengan tujuan pembangunan perumahan ini sendiri, keuntungan akan diperoleh konsumen ketika mereka mampu menyeimbangkan kehidupan modern dengan kehidupan islami dalam kegiatan sehari-harinya. Bagi mereka yang juga ingin menghindari perselisihan antar kepercayaan, lingkungan homogen ini akan membuat mereka merasa lebih nyaman. Dengan visi dan misi yang sama ntar penghuni perumahan konsumen cenderung merasa yakin akan terbangun lingkungan yang lebih baik.
Disisi lain, dampak negatif atau kerugian ternyata juga akan diperoleh konsumen, dimana situasi yang homogen cenderung kurang baik dalam suatu kehidupan bermasyarakat. Dengan situasi yang homogen, memiliki visi dan misi yang sama, kebiasaan dan aktivitas yang sama, masyarakat dikhawatirkan akan sulit menghadapi varietas kehidupan dilingkungan luar. Selama ini manusia memang dianjurkan untuk bekerjasama dengan orang yang kita yakini memiliki visi-misi yang sama untuk memaksimalkan kerja dan menghindari perselisihan. Namun Allah SWT juga tidak melarang kita untuk berkawan dengan orang yang tidak satu keyakinan, karena sesungguhnya Allah sendiri menghargai adanya perbedaan dalam suatu komunitas. Suasana yang homogen juga akan cenderung membuat seseorang merasa lebih eksklusif dari orang lain. Hal inilah yang sebaiknya diminimalisir dalam kehidupan bermasyarakat.

4. Penutup
Adanya pembangunan perumahan bernuansa islami merupakan salah satu dari jenis aplikasi keilmuan duniawi dan religi, yaitu keilmuan planologi dengan agama Islam. Pembangunan perumahan islami menjadi suatu alternatif bagi masyarakat yang menginginkan suatu homogenitas lingkungan dengan tujuan untuk menyeimbangkan kehidupan modern dengan kehidupan agamis, sebagai bagian dari perbaikan kualitas hidup untuk menjadi lebih baik.
Kontroversial antara dampak positif dan negatif yang disebabkan homogenitas lingkungan ini sebenarnya bukanlah hal yang terlalu penting untuk diperdebatkan. Kembali pada individu masing-masing mengenai keputusannya untuk memilih lokasi rumah dilingkungan bernuansa islami ini, apakah dengan tujuan yang baik atau sekedar eksklusivisme semata. Karena hal inilah yang akan mempengaruhi pandangan mereka kedepannya dalam menghadapi varietas dalam laboratorium of life mereka sendiri.

Referensi :
http://buletin.muslim.or.id/manhaj/pentingnya-ilmu-sebelum-berkata-dan-beramal diakses pada 1 Mei 2010
http://www.bukitazzikrasentul.com diakses pada 1 mei 2010
http://staff.ui.ac.id/internal/070503002/publikasi/PerumahanMuslim_finaleDK.pdf diakses pada 5 Mei 2010
http://perumahanmuslim.com/perumahan-muslim-tren-baru-di-dunia-property.html diakses pada 1 mei 2010

Komentar

Anonim mengatakan…
Aslmkm deboy! ^^ tulisannya bagus, ngelink yaa
Debby Rahmi Isnaeni mengatakan…
wlkmslm han. monggooo :)
Dokter Kota mengatakan…
Jujur saja..
Sudah lama belajar tentang ilmu-ilmu Planologi..
Tapi bagian mengaitkan ilmu perencana dengan budaya atau keagamaan ini paling sulit dipelajari..
Gak terlalu ahli dalam penjurusan yang satu ini..
Tulisannya sangat bagus, sulit bagi saya memiliki "pola pikir" seperti ini :)

Mohon bimbingannya untuk kedepan yah... :)
Debby Rahmi Isnaeni mengatakan…
Terimakasih atas komentarnya.
Senang jika tulisan saya dapat bermanfaat untuk orang lain :)
Anonim mengatakan…
Unik, out of the box. Sepertinya bisa dijadikan bahan untuk studi lanjutan.

Ngomong2, Siapa ni pembimbingnya Debby?
Debby Rahmi Isnaeni mengatakan…
Terimakasih @tomyfitrianto
Tulisan ini sy buat bukan utk tugas akhir, hny untuk tugas kuliah agama islam wktu tingkat 2.
Sy juga baru sadar kalo topik ini menarik utk dilanjutkan sbg studi spt yg anda bilang. Boleh jika ada tawaran utk mengerjakan bersama. Hehe.
Unknown mengatakan…
izin copas

Postingan Populer