Jaga Kesehatan, Kawan!


Penyakit ini memang biasa terkenal pada mahasiswa umumnya. Mungkin karena mereka yang jarang memerhatikan kesehatannya jika sedang terllu sibuk dengan kegiatan. Penyakit ini pula yang saya alami ketika semester 4 lalu. Awal semester dibuka dengan gejala typhus dan akhir semesterpun ditutup dengan demam berdarah.
Oleh karena itu, saya ingin membagi sedikit infomasi mengenai gambaran kedua penyakit yang jika tidak ditangani secepatnya akan menjadi sangat berbahaya.
Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya demam secara tiba-tiba, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi (mialgia), sakit pada otot (artralgia) dan ruam; ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya mucul dulu pada bagian bawah badan - pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. Selain itu, radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare, pilek ringan disertai batuk-batuk. Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut.
Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam.
Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini :
  • Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
  • Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 - 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.
  • Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung (epistaksis/mimisan), mulut, dubur, dsb.
  • Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.
Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Penyakit Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian.
Penyebab demam berdarah menunjukkan demam yang lebih tinggi, pendarahan, trombositopenia dan hemokonsentrasi. Sejumlah kasus kecil bisa menyebabkan sindrom shock dengue yang mempunyai tingkat kematian tinggi.


Demam dengue merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue & disebarkan melalui perantara nyamuk Aedes aegypti yang telah terinfeksi dengan virus dengue tersebut. Demam dengue sendiri terbagi menjadi 2 yaitu demam dengue (DD) & demam berdarah dengue (DBD). Demam berdarah dengue merupakan bentuk yang lebih parah dari demam dengue, dimana pendarahan & syok terkadang dapat terjadi yang berakibat pada kematian.


Penyakit ini ditandai dengan timbulnya demam yang tinggi mendadak, sakit perut, muntah, & sakit kepala, dimana untuk demam berdarah dengue biasanya disertai dengan gejala lain yaitu terjadinya pendarahan yang biasanya akan muncul pada hari ke 3-5 paska demam & syok akibat pendarahan.
Berikut adalah gejala lengkap demam dengue & demam berdarah dengue :
Demam dengue :
  • Demam tinggi mendadak secara terus menerus.
  • Sakit kepala terutama dibagian dahi.
  • Sakit di bagian belakang bola mata.
  • Sakit pada bagian tubuh atau sendi.
  • Mual / muntah.
  • Muka kemerahan.
Untuk demam berdarah dengue & syok gejalanya serupa dengan gejala demam dengue, namun disertai dengan tambahan kondisi sebagai berikut :
  • Sakit / nyeri pada ulu hati yang terus menerus.
  • Pendarahan pada hidung, mulut, gusi atau memar pada kulit.
  • Muntah yang terus menerus, kadang disertai dengan darah.
  • Kotoran feses yang berwarna kehitaman, akibat terjadinya pendarahan di organ dalam.
  • Rasa haus yang berlebihan.
  • Kulit yang pucat & dingin.
  • Penurunan kesadaran & mengantuk.


 







Bintik-bintik merah pada pasien demam berdarah yang tidak hilang saat kulit di regangkan



Sampai saat ini belum ada pengobatan yang spesifik yang dapat mengatasi demam berdarah dengue. Meskipun demikian pengobatan secara dini akan dapat meredakan gejala yang timbul & dapat mencegah terjadinya komplikasi serta kematian. Untuk mengobati demam, sakit kepala & nyeri sendi, paracetamol merupakan obat yang di rekomendasikan oleh WHO, kemudian tranfusi darah & trombosit dapat dilakukan apabila terjadi pendarahan masif. Jika satu atau lebih gejala demam dengue atau demam berdarah dengue timbul, maka disarankan untuk segera membawa pasien ke rumah sakit, terlebih lagi setelah hari pertama & kedua paska demam yang biasanya merupakan fase kritis dari penyakit ini. Untuk mencegah terjadinya dehidrasi akibat demam maka sebaiknya berikan cairan terus menerus pada pasien, baik berupa air putih, oralit, jus buah dll.

Selain itu yang penting adalah untuk menjauhkan pasien dari nyamuk supaya tidak menyebarkan penyakit tersebut kepada orang lain.

Sumber

Typhus

Tipes atau thypus adalah penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang pada aliran darah yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi A, B dan C, selain ini dapat juga menyebabkan gastroenteritis (keracunan makanan) dan septikemia (tidak menyerang usus).
Kuman tersebut masuk melalui saluran pencernaan, setelah berkembang biak kemudian menembus dinding usus menuju saluran limfa, masuk ke dalam pembuluh darah dalam waktu 24-72 jam. Kemudian dapat terjadi pembiakan di sistem retikuloendothelial dan menyebar kembali ke pembuluh darah yang kemudian menimbulkan berbagai gejala klinis.
Dalam masyarakat penyakit ini dikenal dengan nama Tipes atau thypus, tetapi dalam dunia kedokteran disebut TYPHOID FEVER atau Thypus abdominalis, karena berhubungan dengan usus pada perut.infohidupsehat.com

Penyebab :
Kuman Salmonella Typhosa

Cara Penularan :
- Melalui kontak langsung
- Melalui makanan yang tercemar oleh kuman dengan perantara lalat atau air cucian bekas penderita.
- Warung makanan/minuman.

Gejala :
- Penderita tampak sakit
- Suhu tubuh meningkat (panas) kadang disertai menggigil
- Nafsu makan hilang, dapat disertai nek dan muntah
- Bisa mencret atau bahkan beberapa hari sulit kebelakang
- Rasa sakit diperut dengan lokasi yang tidak jelas
- Bila melakukan kegiatan fisik badan terasa sangat lelah
- Kadang – kadang disertai sulit tidur

Pengobatan:
  • Antibiotika spesifik biasanya menggunaan chloromycetin atau generasi barunya thiamphenicol. Pemberian biasanya 3 kali sehari yang terbagi rata tiap 8 jam. Agar tidak mengganggu waktu tidur pemberian obat bisa diatur pada jam 05.00/06.00-13.00/14.00-21.00/22.00. Obat ini tidak menimbulkan iritasi lambung oleh sebab itu dapat diminum tanpa didahului makan, bisa juga diminum dengan air teh, atau dengan biskuit sepotong.
  • Istirahat total, penyakit ini menguras energi tubuh, oleh sebab itu agar membantu mempercepat kesembuhan perlu istirahat yang cukup dan tidur yang nyenyak, bila perlu untuk 3 hari pertama dapat dibantu dengan pemberian obat tidur.
  • Makanan rendah serat, dengan nilai gizinya perlu cukup kalori dan protein, namun dalam bentuk cair atau lunak. Contohnya bubur bayi, bubur beras, bubur sumsum, lontong, roti tawar/manis, biskuit. Bila mencret tidak boleh minum susu tetapi bila tidak sangat dianjurkan.
  • Protein yang mudah dicerna seperti telur rebus, sop ayam tanpa sayur, soto ayam, semur ayam atau daging, dan bakwan tanpa saos. 

Pantangan :
  • Sayur – sayuran tinggi serat (bayam, kangkung, dll) 
  • Pedas (cabe, merica) 
  • Pada lima hari pertama buah – buahan juga tidak diperkenankan, kecuali air jeruk yang diminum sesudah makan.

Komentar

Unknown mengatakan…
Informasinya bermanfaat ngetz ...
Makasih .. 😀😁🙆🙆🙆

Postingan Populer